Berantem Di Antara Kakak Adik Merupakan Perihal Yang Biasa

Berantem Di Antara Kakak Adik Merupakan Perihal Yang Biasa

Antara adik- kakak tentu kerap berkelahi. Tetapi tidak seluruh orang ketahui, terdapat sebagian perihal yang menimbulkan mereka berkelahi. Riset membuktikan, pertengkaran di antara adik- kakak merupakan wajar serta membagikan khasiat untuk perkembangan mereka.

Berkelahi Antara Kerabat Itu Lazim Jadi Nikmati Saja

Saudara- saudara yang berkelahi bisa jadi nampak semacam sesuatu permasalahan besar, tetapi umumnya perihal ini merupakan perihal yang amat lazim. Banyak orang berumur yang berkata kalau mereka seluruh sempat berantem kala mereka sedang kecil. Serta saat ini, mereka justru menikmatinya!

Jadi, bila Kamu lagi hadapi permasalahan dengan salah satu kerabat Kamu, janganlah takut sangat banyak. Cobalah buat menikmatinya serta berlatih dari pengalaman Kamu.

Berkelahi Dapat Jadi Salah Satu Metode Menguatkan Jalinan Kakak Adik

Kakak serta adik berkelahi merupakan perihal yang amat lazim. Walaupun kerap kali dikira selaku sikap minus, tetapi sesungguhnya berkelahi dapat jadi salah satu metode buat menguatkan jalinan antara kakak serta adik.

Kala kakak serta adik berkelahi, mereka umumnya hendak mencari metode buat menuntaskan kasus dengan metode yang serupa semacam orang berusia, ialah dengan berbahas. Lewat cara ini, kedua koyak pihak hendak silih mencermati serta membagikan opini tiap- tiap. Perihal ini hendak membuat ikatan antara kakak serta adik terus menjadi akrab.

Hendak Terdapat Kerinduan Momen Dikala Berantem Dengan Saudara

Kerabat sedarah merupakan orang yang sangat dekat dengan kita. Mereka senantiasa terdapat di sisi kita, bagus dikala kita lagi suka ataupun lagi pilu. Mayoritas dari kita menghabiskan durasi bersama mereka dari orang lain. Sebab seperti itu, kala kita berantem dengan mereka, rasanya semacam pertengkaran dengan sahabat dekat.

Walaupun begitu, pertengkaran antara kerabat sedarah tidaklah perihal yang abnormal ataupun tabu. Perihal ini terjalin sebab kerabat sedarah mempunyai ikatan yang akrab serta silih terkait satu serupa lain. Pertengkaran hendak kerap terjalin kala salah satu dari mereka merasa tidak puas dengan suatu. Bila perkawanan wajar umumnya bisa diperbaiki dengan durasi serta dialog, hingga ikatan antara kerabat sedarah kerapkali menginginkan lebih banyak usaha buat bisa balik wajar.

Tidak Semua Orang Bisa Memahami Kita Luar Dan Dalam Meskipun Itu KeluargaMu Sendiri

Seringkali kita berharap bahwa nanti ada orang yang bisa mengerti kita sebaik itu. Yang bisa mengerti luar dalam kita. Mengerti cara berpikir kita, mengerti apa yang kita mau dan tidak kita sukai tanpa harus kita menjelaskan panjang lebar. Tapi memang sulit sekali menemukan orang yang seperti itu. Sedangkan keluarga sendiri pun belum tentu bisa mengerti kita luar dalam. Walaupun itu orang tua sendiri. Mungkin mereka mengerti apa yang tidak kita sukai, apa yang kita sukai. Tapi belum tentu tahu bagaimana keadaan kita sekarang. 

Tidak Semua Orang Bisa Memahami Kita Luar Dan Dalam Meskipun Itu KeluargaMu Sendiri

Karena semakin dewasa kita, semakin bertambah umurnya kita. Seringkali kita malah semakin jauh dari orang tua. Bukan jauh dalam artian jarak. Tapi secara emosional juga. Bukan karena kita marah atau memiliki hubungan tidak baik dengan orang tua. Bukan berarti kita membenci orang tua kita. Tapi karena kita tidak mau mereka merasa cemas akan keadaan kita. Sehingga kita lebih memilih untuk diam, dan menyimpannya sendiri. Sehingga soal perasaan dan keadaan kita sekarang ini, biasanya orang terdekat kita yang lebih memahaminya.

Karena kita cenderung akan menceritakan hal yang baik-baik saja kepada orang tua. Agar mereka tidak khawatir dan cemas akan keadaan kita. Dan itulah yang dilakukan banyak orang. Sehingga saat kita semakin dewasa, kita membutuhkan pasangan, pacar. Dan merekalah yang cenderung lebih mengetahui bagaimana kondisi kita sebenarnya sekarang. Baik secara fisik atau emosi. Sehingga keluarga tidak bisa dikatakan menjadi orang yang paling mengetahui keadan kita. 

Tapi berjalannya waktu biasanya pasangan, pacar, sahabat adalah orang yang paling mengetahui keadaan kita yang sebenarnya. Baik itu secara fisik atau mental. Dan itu bukan hal yang tidak baik. Itu baik dan wajar kok. Bukan berarti tidak terbuka kepada keluarga itu tidak baik. Tapi kadang ada beberapa hal yang lebih baik kita pendam sendiri. Agar mereka tidak khawatir atau cemas. Mungkin jika memberitahukan sekedar permukaan itu oke. Tapi untuk keseluruhan, mungkin tidak. 

Anggota Keluarga Itu Sering Sekali Malu Jika Mau Mengungkapkan Sayang Antara Keluarga

Berantem Di Antara Kakak Adik Merupakan Perihal Yang Biasa

Walaupun tidak semua memang. Tapi sebagian besar orang, mereka sangat gengsi untuk mengungkapkan rasa sayangnya pada sesama anggota keluarga. Entah itu ke kakak, adik, atau kepada orang tua. Kalau di zaman sekarang ini, memang orang-orang sudah semakin ekspresif. Anak-anak zaman sekarang semakin aktif dan ekspresif dalam menunjukkan sayang atau mengatakan kata sayang itu kepada anggota keluarganya atau ke orang tuanya. Tapi sangat berbeda dengan orang zaman dulu.

Anggota Keluarga Itu Sering Sekali Malu Jika Mau Mengungkapkan Sayang Antara Keluarga

Jika dilihat kenapa orang zaman dulu itu lebih enggan untuk mengatakan sayang satu sama lain antara anggota keluarga. Karena dulu cara didik orang tua itu keras kepada anak. Mereka memasang gap antara orang tua dan anak. Sehingga akan tumbuh pemikiran pada anak bahwa ada batasan antara anak dan orang tua. Sehingga mereka tidak akan berani melawan orang tua. Itu kenapa, anak-anak zaman dulu itu sangat patuh sama orang tua. Sangat takut kepada orang tua, apalagi kalau orang tua sudah mulai marah. 

Karena ada batasan tersebut, itu menciptakan perasaan malu, gengsi, untuk bersikap terbuka kepada orang tua atau sanak saudara. Mereka lebih pendiam, dan lebih menyimpan sendiri keluh kesah mereka. Sehingga untuk mengatakan aku sayang kamu, aku sayang mama, aku sayang papa, aku sayang kakak atau aku sayang adik. Itu sangat sulit dikatakan, karena tidak terbiasa, dan besarnya rasa gengsi. Walaupun begitu, walaupun mereka gengsi mengatakan rasa sayang dan sebagainya. 

Mereka lebih ke tindakan. Mereka akan menunjukkan rasa sayang mereka kepada orang tua atau sanak saudara dengan perhatian. Dengan memberikan perhatian yang lebih. Memperhatikan kebutuhan mereka. Melihat apa yang mereka butuhkan, dan itu akan mereka siapkan. Atau memberikan aksi seperti, membawa orang tua ke tempat makan yang bagus, dan makan bersama. Atau memijat orang tua. Itu adalah salah satu cara mereka saling menunjukkan perasaan sayang mereka pada satu sama lain. Tanpa harus mengatakannya.

Mengenal Sisi Lain Dari Anak Bungsu Yang Terkenal Sangat Manja

Tidak seluruh anak bontot merupakan anak yang aleman yang tidak dapat apa- apa. Bisa jadi memanglah dalam keluarga anak bontot senantiasa dimanja. Ia senantiasa dipermudah, senantiasa terdapat dispensasi. Serta sangat dekat dengan orang berumur. Beberapa besar semacam itu. Tetapi sesungguhnya tidak semacam itu pula. Meski kerap dimanja serta kerap menemukan keringanan. Tetapi, anak bontot sesungguhnya perasa. Meski mereka keras kepala, kadangkala sulit di atur. Sulit buat di kasi ketahui. Tetapi di lubuk hatinya, mereka ketahui apa yang mereka jalani. Jika mereka salah, mereka siuman mereka melakukan salah, tetapi sebab keras kepala serta gengsi nya yang besar kadangkala mereka tidak ingin mengakuinya.

Mengenal Sisi Lain Dari Anak Bungsu Yang Terkenal Sangat Manja

Tetapi ia ketahui betul kalau ia telah bersalah. Alhasil ia hendak menebus salahnya dengan melaksanakan suatu dengan triknya. Tidak tahu ia membagikan atensi ataupun berikan benda. Anak bontot sendiri mereka mengarah inovatif. Sebab mereka senantiasa mau melaksanakan apa aja, perihal yang di luar kepala, buat dapat menarik atensi kakak- kakaknya. Ia suka dicermati. Ia suka dikala kakak- kakaknya bagus serta mau main dengannya. Alhasil dikala kayak- kakaknya lagi padat jadwal sendiri, ia hendak melaksanakan sebagian perihal yang dapat menarik atensi kakaknya. Meski kadangkala jadinya berhamburan.
Anak bontot pula umumnya mereka sangat gempar di antara seluruh. Sangat usil, yang senang isengin kakak- kakaknya. Serta jika dimarahi, hendak cepat- cepat angkat kaki serta kabur ke orang berumur. Serta semacam seperti itu anak bontot. Alhasil meski kadangkala mereka mendongkolkan, mereka rese, serta kadangkala menyusahkan. Tetapi mereka jadi penghibur, jika tidak terdapat ia rasanya terdapat yang kurang. Alhasil meski kerap untuk permasalahan, kerap untuk gara- gara, tetapi mereka senantiasa dikangenin. Mereka senantiasa dicari serta ditunggu- tunggu oleh yang lain.
Anak bontot pula mempunyai perasa yang lebih sensitif dari yang yang lain. Alhasil meski ia kadangkala kerap kecil batin, gampang tersindir, gampang sakit batin, tetapi dikala terdapat terjalin apa- apa dengan kakaknya ataupun orang tuanya, ia hendak kilat sekali notice itu. Alhasil ia ketahui terdapat yang tidak selesai.

Bermain Adalah Cara Belajar Yang Paling Membantu Anak Untuk Mengerti

Orang-orang sering berpikir, untuk mendidik anak itu harus dengan mendidik mereka, mengajari mereka. Berikan mereka pemahaman. Harus dengan cara duduk diam. Harus di depan papan tulis. Ada beberapa orang masih memiliki mindset seperti itu. Memang benar itu cara untuk belajar, tapi di masa sekarang ini, belajar bisa diadaptasi dengan beberapa cara. Kita harus bisa mengikuti zaman, kita harus bisa mengikuti perkembangan dan perubahan yang ada terutama dalam hal mendidik anak.  

Bermain Adalah Cara Belajar Yang Paling Membantu Anak Untuk Mengerti

Mungkin iya dulu orang untuk belajar, untuk dikatakan dia belajar, dia mendapatkan ilmu, itu harus ke sekolah. Harus membaca buku. Tapi sekarang tidak bisa diterapkan seperti itu lagi. Kita tidak bisa pukul rata bahwa semua begitu. Di zaman sekarang ini, kita sudah sangat diberikan banyak sekali kemudahan. Baik dari soal pembelajaran, pekerjaan rumah, dan lain sebagainya. Semua teknologi digunakan dan di upgrade terus menerus sehingga menciptakan teknologi yang baru dan semakin canggih setiap tahunnya. Dan ini mempengaruhi pada pembelajaran pada anak juga. 

Pada kebiasaan manusia, dan kegiatan sehari-hari. Semua terasa lebih praktis, dan lebih efisien. Semua lebih dimudahkan. Sehingga kita lebih gampang untuk melakukan aktivitas, dan lebih menghemat waktu. Dan begitupun dengan cara mengajari anak. Dulu kaku, yang harus ke sekolah, harus bawa buku cetak, untuk belajar. Tapi sekarang, dengan teknologi. Kita bisa belajar dimana saja. Bahkan di rumah sekalipun. Dan untuk anak kecil. Untuk kita mulai mengajarinya, kita bisa menggunakan kegiatan bermain sebagai cara dia belajar. Karena sekarang sudah banyak sekali mainan edukasi. 

Dimana ada beberapa permainan yang bisa mengedukasi anak. Dengan cara melatih fokus mereka, kepekaan mereka, daya ingat mereka, dan cara berpikir mereka. Banyak sekali mainan sekarang yang menunjang dalam hal mendidik anak, dan kalian para orang tua bisa menemukannya dengan mudah. Karena banyak di jual toko-toko online store. Seperti tokopedia, shopee, bukalapak, lazada, dan banyak lagi. Jadi orang tua tidak perlu khawatir lagi untuk memikirkan bagaimana cara mengajari anak.

Orang Tua Adalah Salah Satu Orang Terdekat Yang Akan Menjadi Tempat Curhat Anak

Ketika anak tumbuh menjadi dewasa, rata rata anak akan menceritakan masalah hidupnya kepada orang tua karena mereka sadar kalau semua orang tua akan memberikan solusi yang terbaik untuk anaknya. Berbeda dengan curhat kepada teman terdekat sekalipun karena sebaik baiknya teman tetap keluarga adalah yang terbaik apalagi orang tua kita yang rela melakukan apa saja untuk kita. Dan itu adalah fakta yang terjadi. Pasti kalian banyak pernah atau sedang merasakannya. Walaupun berbeda rasanya memang bercerita pada teman dan orang tua. 

Orang Tua Adalah Salah Satu Orang Terdekat Yang Akan Menjadi Tempat Curhat Anak

Di dunia ini tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya, sekalipun si anak melakukan kesalahan yang besar dalam hidupnya orang tua akan selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Mungkin disaat kecil kita pernah sesekali berpikir kalau orang tua kita tidak terlihat peduli kepada kita tidak sayang kepada kita bahkan lebih menyayangi anaknya yang lain seperti adik atau kakak kita, itu adalah hal yang wajar untuk seorang anak kecil yang belum memiliki tanggung jawab dan masalah hidup yang besar. 

Akan tetapi ketika kita dewasa kita akan sadar dimana orang tua adalah salah satu orang terdekat yang akan menjadi tempat curhat kita yang bisa kita percayai dan akan memberikan solusi terbaik untuk kita dalam menjalani kerasnya kehidupan. Bahkan ketika kita sadar akan hal tersebut kita bisa mengerti bagaimana rasanya ketika kita menjadi orang tua dan apa yang harus kita lakukan ketika anak kita nanti menceritakan keluh kesahnya kepada kita. Mungkin untuk sebagian orang memilih untuk lebih percaya dan curhat kepada teman terdekat, akan tetapi sebaik apapun teman akan berbeda dengan orang tua kita sendiri yang rela melakukan apapun untuk kita.

Walaupun kadang memang kita merasa nyaman curhat kepada teman atau sahabat. Tapi mereka hanya akan sekedar menjadi pendengarmu. Dan pun kalau mereka memberikan solusi atau saran, ya hanya seala kadarnya. Tapi berbeda dengan curhat pada orang tua. Kalian akan diberikan banyak pandangan. Orang tua akan memberikan saran yang bijak. Dan mereka lebih melihat ke jangka panjang. Sehingga mereka lebih bisa memberikan solusi akan masalahmu. Makanya akan lebih nyaman curhat kepada orang tua. Daripada kepada teman sendiri.

Beberapa Alasan Orang Tua Tegas Dan Keras Kepada Anak

Kita sering sekali merasa orang tua terlalu keras dan tegas mendidik kita. Merasa mereka terlalu keras dan kaku. Apa-apa gak boleh. Biasanya sampai usia 18an, masih merasa kok orang tua sekeras ini. Rasanya mereka masih memperlakukan kita seperti anak kecil. Padahal rasanya kita sudah cukup gede untuk menentukan dan mengambil keputusan sendiri. Tapi orang tua kadang masih keras, dan tegas melarang ini itu. Sehingga membuat kita jadi kesal sendiri. Seperti ada perasaan, kan aku udah gede. 

Beberapa Alasan Orang Tua Tegas Dan Keras Kepada Anak

Tapi semua itu orang tua lakukan karena ada alasan. Orang tua pasti menginginkan anaknya yang terbaik. Pasti orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Kadang orang tua terlalu takut anaknya kenapa-kenapa, sehingga orang tua menjadi lebih kritis, menjadi keras dan tegas. Dan itu cara orang tua mengekspresikan rasa sayangnya kepada anak sehingga jadinya seperti itu, jadinya orang tua terlihat terlalu keras. Tapi itu adalah bentuk kasih sayang mereka. Mereka terlalu takut untuk anaknya kenapa-kenapa. 

Sehingga kadang orang tua merasa harus tegas kepada anak. Karena merasa anak mereka masih harus di jaga, sehingga mereka kadang lupa kalau anaknya sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan, sudah cukup dewasa untuk bertanggung jawab akan dirinya, perbuatannya. Orang tua terlalu khawatir akan anak nantinya akan kenapa-kenapa. Takut anaknya tidak siap untuk kerasnya dunia. Takut anaknya terluka, dan lainnya. Kadang orang tua terlalu khawatir berlebih. Sehingga jadinya seperti itu. 

Wajar saja, karena orang tua sudah merasakan bagaimana kerasnya hidup, bagaimana sakitnya, sulitnya menjalani hidup. Sehingga mereka ingin anak mereka tetap sehat, tetap aman, dan tidak merasakan segala susah yang pernah orang tua rasakan. Sebesar itu rasa sayang orang tua pada anak sehingga tidak ingin anaknya mengalami apa yang orang tua alami. Jadi kita sebagai anak, perlu mengerti dan memahami, mereka begitu bukan karena mereka jahat atau tega pada kita. Tapi karena saking sayangnya, mereka tidak ingin kita kenapa-kenapa.

Cara Yang Tepat Mengajari Anak Untuk Makan Sendiri


Seiring bertambahnya usia, anak-anak mulai menunjukkan keinginan untuk makan sendiri. Gejala-gejala ini dapat dimulai sejak usia 8-12 bulan ketika mereka mulai menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk ‘bermain’ dengan makanan mereka. Mulai usia 13-15 bulan, anak umumnya mulai menggunakan sendok. Pada usia 18 bulan biasanya mereka lebih terbiasa menggunakan peralatan makannya.

Namun, perkembangan anak yang makan sendiri ini tidak berlaku untuk semua orang. Ada anak yang berkembang lebih cepat untuk makan sendiri, ada juga yang lebih lambat.

Pentingnya mengajari anak makan secara mandiri

Belajar makan sendiri dipandang sebagai tahap penting bagi perkembangan anak, baik secara sosial maupun emosional. Karena kemampuan ini sangat perlu dipelajari sebagai bekal untuk menavigasi anak usia dini dan kehidupan selanjutnya.

Selain itu, tahap ini melibatkan beberapa aspek seperti mencicipi, meremas, dan menjatuhkan makanan. Misalnya, dia akan belajar bahwa lebih mudah makan makanan padat seperti wortel atau pisang daripada makanan cair seperti yogurt atau susu.

Laporan orang tua yang mengajari anak makan secara mandiri dianggap membantu dalam mengajar dan membangun kemandirian. Ketika seorang anak dapat makan secara mandiri, ia juga merespons sinyal lapar dan kenyang dengan lebih jelas.

Tips mengajari anak makan sendiri

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda mengajari anak Anda untuk makan secara mandiri.

Berikan sendok jika anak mulai tertarik

Sebagian besar anak tidak dapat menggunakan sendok sampai mereka berusia 18 bulan. Namun, jika si kecil sudah menunjukkan ketertarikan pada tolok ukur usia, tidak ada salahnya untuk mulai memberi makan sendok khusus untuk anak sejak dini.

Tanda-tanda ketertarikan ini terlihat dari perilakunya yang sering meraih sendok saat Anda memberi makan anak. Beri dia sendok ekstra agar dia terbiasa memegangnya dan tidak mengganggu Anda saat memberi makan anak Anda.

Dorong anak Anda untuk makan sendiri sesekali dan tingkatkan intensitasnya dari waktu ke waktu. Ketika anak Anda sudah mahir menggunakan sendok, Anda bisa menawarkan makanan yang teksturnya lebih sulit, seperti puding atau yogurt, untuk lebih mengasah kemampuannya.

Berikan bayi cangkir khusus

Selain makan, kemampuan minum sendiri juga harus diajarkan. Anda dapat mengajari anak Anda minum secara mandiri dengan menyediakan gelas plastik kecil yang mudah digenggam atau dipegang. Biarkan si kecil bermain dengan cangkir saat ia dikenalkan agar ia terbiasa. Untuk menghindari tumpahan atau rumah yang berantakan, masukkan sedikit air ke dalam gelas plastik anak.

Pahami Ini Dahulu Sebelum Memberikan Anak Ponsel


Orang tua harus memiliki beberapa pertimbangan ketika tiba saatnya bagi bayi mereka untuk memiliki ponsel. Artinya, belum bisa ditarik kesimpulan pada usia berapa yang dianggap paling tepat untuk memberikan ponsel kepada seorang anak. Itu semua tergantung pada banyak faktor seperti mobilitas dan aktivitas sehari-hari mereka.

Manfaat Memberikan Ponsel kepada Anak

Alasan paling sah untuk memberi anak Anda ponsel adalah untuk berhubungan dengan mereka sepanjang waktu. Apalagi jika orang tua dan anak memiliki jadwal yang padat, yang membuat mereka sulit untuk selalu bertatap muka.

Ketika orang tua memberikan ponsel kepada seorang anak, tentu akan lebih mudah untuk menghubungi mereka jika terjadi keadaan darurat. Semuanya berjalan jauh lebih cepat daripada harus bertanya kepada guru, teman atau orang lain di mana mereka berada.

Kerugian Memberikan Ponsel kepada Anak

Ada manfaatnya, tentu ada hal yang perlu diperhatikan saat memberikan handphone kepada anak, apalagi jika masih remaja. Beberapa dari mereka adalah:

Biaya

HP bukan barang elektronik murahan. Belum lagi memiliki handphone berarti harus isi pulsa, listrik, kuota yang harus dikeluarkan untuk berlangganan. Belum lagi risiko membeli ponsel baru jika hilang.

Akses internet

Memberikan ponsel kepada anak berarti memberi mereka wewenang untuk mengakses internet. Ini bisa baik, ini bisa buruk. Mereka dapat mengetahui segala macam hal di internet. Namun sayangnya hal ini bisa terjadi tanpa batas waktu. Orang tua tidak selalu bersedia untuk mengawasi.
Sebagian besar HP menawarkan akses Internet penuh. Ada juga banyak pilihan aplikasi yang lebih sulit dioperasikan daripada komputer rumahan.

Komunikasi dengan orang asing

Siapapun bisa mengenal anak Anda melalui Internet. Termasuk predator seksual atau scammer lainnya. Mereka dapat membuat akun anonim atau berpura-pura menjadi teman terbaik untuk menemukan cara untuk mengenal anak Anda. Ada banyak kasus pelecehan seksual anak hingga penculikan karena kenalan dengan orang-orang berbahaya di luar sana.

Gangguan

Juga perlu diingat bahwa ponsel dapat menjadi sumber gangguan bagi anak-anak. Lupakan waktu yang Anda habiskan dengan HP sepanjang hari. Mereka bahkan harus bisa meluangkan waktu untuk melakukan hal lain yang lebih bermanfaat.

 

Wah Sebentar Lagi Akan Ada Anggota Baru Lagi Nih di Rumah


Kelahiran bayi membawa banyak perubahan dalam keluarga. Orang tua cenderung mencurahkan banyak energi dan perhatian untuk merawat saudara baru mereka. Semua hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dijalani si kecil dan rasa cemburu sudah menjadi hal yang lumrah.

Untuk lebih mempersiapkan si kecil dan ikut memberikan kasih sayang kepada adiknya, ada beberapa tips yang bisa digunakan seperti berikut ini.

Mulai lebih awal

Dari saat Anda mengetahui bahwa Anda hamil, beri tahu si kecil bahwa seorang saudara akan datang, saran dari ahli. Jika Anda tidak mengerti konsep waktu, jelaskan bahwa misalnya, bayi Anda lahir pada musim tertentu atau peristiwa penting, alih-alih mengatakan bahwa bayi Anda akan lahir dalam 2 bulan, tetapi akan ada bayi baru di bulan akhir. Hari Natal. Juga, kembangkan kasih sayang untuk saudara baru Anda dengan menjelaskannya dalam sebuah buku, mengunjungi teman yang memiliki bayi, pergi ke dokter untuk melihat dan mendengar detak jantung bayi, atau bergabung dengannya dalam prosesnya nama.

Pada hari ulang tahun

Saat tanggal jatuh tempo Anda semakin dekat, jadwalkan janji temu dengan si kecil saat Anda berada di rumah sakit. Para ahli menyarankan pengasuhnya untuk membawanya ke rumah sakit sesegera mungkin setelah kelahiran bayi dan untuk tetap melakukan rutinitasnya yang biasa, agar tidak dan bingung. Cobalah untuk menyelesaikan potty training sebelum bayi lahir atau menunggu beberapa bulan setelah membawa saudara Anda pulang agar Anda tidak merasa kewalahan.

Membawa pulang bayi

Setelah bayi berada di rumah, Anda dapat membantu anak-anak menyesuaikan diri dengan perubahan dan melibatkan mereka dalam kegiatan sehari-hari sebanyak mungkin sehingga mereka tidak merasa ditinggalkan.

Biarkan mereka membantu meskipun hasil tugas yang diberikan memakan waktu lebih lama atau tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan, tetapi ini memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan bayi. Jika anak Anda menolak, jangan khawatir atau bahkan memaksanya, karena ini akan memakan waktu. Ambil kesempatan untuk bercanda atau bermain bersama saat bayi Anda tidur untuk menghindari perasaan ditinggalkan.

Semoga cara-cara ini bisa mendekatkan si kecil dengan adik barunya dan tidak menimbulkan masalah yang membuat ibu dan ayah stres.

Ajarkan Makna Lebaran Pada Anak Sejak Sekarang


Bagi anak-anak, terutama yang belum sekolah, Idul Fitri dipersiapkan secara berbeda dan kami memahami itu. Lebaran dengan baju baru, pulang lebaran atau perhitungan lainnya.

Makna tidak terbatas pada hal-hal yang tidak terlihat secara fisik di permukaan, kita harus mempelajari makna yang lebih dalam, makna yang lebih berharga, tanpa mengurangi unsur-unsurnya.

Nilai Yang Perlu Diajarkan

Nilai-nilai apa yang perlu kita ajarkan kepada anak-anak kita tercinta? Mengingat perkembangan cara berpikirnya, kita harus mulai dari hal-hal yang paling mudah dipahami, atau dari hal-hal yang paling terlihat dengan spesies (konkret).

Misalnya, saling memaafkan. Juga kami membuat ini, anak-anak kami telah melihat secara langsung betapa menyenangkannya orang-orang di sekitar mereka memiliki anak.

Pengajaran nilai-nilai yang menyimpang dari pembuktian akan lebih cepat di tempat tidur anak. Akan lebih baik jika hati yang lebih besar meluas (menjelaskan dan menguraikan) jangkauan seseorang kepada orang lain.
Tentunya dengan hadirnya adik-adik di kampung saat Lebaran, bisa jadi ada sesuatu yang berkembang antara anak kita dengan anak lainnya. Ini juga menciptakan gesekan, ini juga saat yang tepat untuk belajar berlari.
Nilai penting lainnya adalah persahabatan. Kita bisa menambahkan penjelasan religi tentang rahasia di balik persahabatan yang mudah dipahami anak-anak.

Dengan demikian, orang yang terbiasa berteman akan memperpanjang umurnya dari membuka pintu ke halaman depan yang lebih banyak, mereka juga akan mendapatkan hal-hal baik dalam hidup. Selain itu, momen lebaran juga sangat penting untuk anak-anak kita gunakan sebagai landasan dalam membangun hubungan yang erat antara kita dengan keluarga besar kita.

Bagi kita yang otomatis menjadi “penghuni kota”, ini merupakan persoalan yang sangat perlu mendapat perhatian khusus. Jangan beri tahu anak-anak kita, tetapi jangan terikat dengan keluarga lain karena kita tidak pernah menggunakannya.

Bagi anak-anak yang tidak bisa pulang, momen lebaran bisa kita manfaatkan untuk belajar mandiri. Saat waktunya menyelesaikan pekerjaan, saatnya mengajarkan anak untuk berbagi dengan seluruh anggota keluarga agar mereka juga belajar mandiri.
Mungkin berguna.

Unsur – Unsur Yang Perlu Diperhatikan Pada Anak


Membesarkan anak setiap saat harus dilakukan oleh setiap orang tua. Selain memberikan pendidikan yang baik dan bertahap, ada beberapa hal mendasar yang harus benar-benar diperhatikan orang tua. Unsur ini diperlukan untuk menunjang proses tumbuh kembang anak agar dapat berjalan secara optimal.

Apa saja elemen penting yang mendukung proses tumbuh kembang si Kecil?

Kesehatan

Tubuh yang sehat adalah modal yang dibutuhkan si kecil untuk melanjutkan proses tumbuh kembangnya. Tanpa tubuh yang sehat, belajar anak terganggu. Anda juga tidak akan maksimal dalam mengajar anak Anda. Perhatikan kesehatan si kecil setiap saat. Sesuaikan pola makan anak untuk mempertahankan nilai gizi. Jangan lupa untuk mendorongnya berolahraga, karena aktivitas fisik meningkatkan kesehatannya.

Kebahagiaan

Memiliki tubuh yang sehat terpenuhi, kini perhatikan kebahagiaan anak. Dalam kehidupan modern seperti ini, banyak orang tua yang tidak memperhatikan kebahagiaan anak-anaknya. Hiruk pikuk orang tua terkadang mengorbankan cinta yang seharusnya didapatkan si kecil. Anda dapat membenarkan bekerja keras hingga larut malam untuk membuat anak Anda bahagia. Namun tahukah Anda bahwa yang dibutuhkan si kecil selama proses tumbuh kembang adalah waktu Anda untuknya?

Kepercayaan

Apakah Anda merasa telah memberikan waktu yang cukup untuk membuat si kecil bahagia? Nah, tugas Anda selanjutnya adalah mengajar saat Anda bersamanya. Melatih anak Anda untuk menjadi orang yang percaya diri adalah elemen berikutnya yang dapat Anda berikan kepada si kecil. Rasa percaya diri ini tentunya memiliki peran penting, terutama untuk membentuk karakter anak yang lebih dewasa. Anak dengan rasa percaya diri yang tinggi, nantinya akan mudah untuk bersosialisasi maupun interaksi dengan dunia luar.

Kreativitas

Selain rasa kepercayaan diri anak, kreativitas menjadi unsur lain yang perlu Anda tingkatkan dari anak. Kecerdasan anak akan lebih baik menonjol jika jiwa kreativitasnya tinggi. Kreativitas akan membuatnya untuk gigih dan mudah menemukan solusi untuk setiap masalah.

Jika Anda bisa memadukan semua unsur tersebut dalam diri si kecil, bukan tidak mungkin buah hati Anda akan menjadi pribadi yang sukses dan membanggakan.