Anak-Anak Pun Bisa Mengalami Stres Dan Juga Depresi

Kekecewaan Bisa Membuat Seseorang Berubah 180 Derajat Entah Semakin Baik Atau Buruk

Semua orang bisa saja depresi, semua orang bisa mengalami stres. Mau berapapun usianya. Karena stres tidak melihat umur, tidak melihat gender, tidak melihat ras suku dan lainnya. Jadi siapapun memiliki kemungkinan untuk mengalami depresi dan stres. Semua orang berpeluang mengalami gangguan mental. Dan itu tidak salah. Itu bukan sebuah masalah.  Mungkin bagi beberapa orang itu adalah sebuah masalah besar. Karena anda menjadi gila, dan anda akan ditakuti oleh beberapa orang. Anda akan dihindari oleh beberapa orang. 

Anak-Anak Pun Bisa Mengalami Stres Dan Juga Depresi

Tapi bukan itu poinnya. Intinya betapa besar betapa bahayanya depresi ini, betapa bahayanya stres ini, sehingga dia tidak memandang umur dan gender. Sehingga anak kecil pun bisa mengalami stres. Anak kecil pun bisa mengalami depresi. Dan itu rasanya tidak enak. Kehilangan semangat hidup, kehilangan arti hidup, kehilangan semangat, banyak hal yang berubah. Rasanya tidak ada gairah dalam melakukan segala sesuatu. Dan itu membuat kita cukup tertekan. Mungkin jika dipikir, kenapa anak kecil pun bisa ikut-ikutan stres atau depresi? Emang apa yang dipikirkannya. Rasanya tidak ada.

Mungkin kita berpikir, anak kecil, mereka tidak memiliki sesuatu yang begitu serius yang bisa membuat kita menjadi stres, tidak ada sesuatu yang harus dipikirkan begitu keras untuk bisa membuatnya menjadi depresi. Tapi ada-ada saja anak kecil yang harus mengalami semua itu. Ada-ada saja anak kecil yang harus mengalami situasi yang seperti itu. Ada beberapa anak yang harus mengalami masa sulit, ada beberapa anak kecil yang harus berada di posisi dimana dia harus menyaksikan begitu banyak hal yang tidak baik. Mengalami berbagai kejadian yang tidak baik. Sehingga itu membuat mereka bisa menjadi depresi. 

Kita tidak pernah tahu apa isi pikiran mereka. Kita tidak pernah tahu apa yang dipikirkan mereka, apa yang mereka rasakan. Mungkin kita lihat dia senyum, dia tertawa, tapi dia memiliki sesuatu di kepala mereka, mereka memiliki sesuatu yang berbeda di kepala mereka. Dan itu hanya mereka dan Tuhan yang tahu. Kita hanya bisa menebak. Anak-anak itu sangat polos. Mereka akan menilai segala sesuatu yang dia lihat dengan begitu jujur. Dia akan memberikan pendapatnya dengan sangat jujur. Sehingga saat dia sudah memberikan kesimpulan, dan hasilnya menyedihkan, kadang mereka menyimpannya, dan menyembunyikannya. Sehingga mereka menjadi anak yang depresi.